Illegal Mining "Tanah Uruk" Siapa Yang Diuntungkan?


Penambangan liar di bukit naga ukir kelurahan rano kec. Muara sabak barat kab. Tanjab Timur. Illegal Mining terdapat di beberapa lokasi. Waktoe | kolase - Ihsan

Penambangan liar di bukit naga ukir kelurahan rano kec. Muara sabak barat kab. Tanjab Timur. Illegal Mining terdapat di beberapa lokasi. Waktoe | kolase - Ihsan

JAMBI - Setahun terakhir penambangan golongan C, jenis tanah uruk dan batuan andesit kembali marak. Penambangan ilegal ini kembali marak karena tidak adanya tindakan tegas oleh penegak hukum bagi pelaku illegal mining, termasuk juga penadahnya.

Beberapa usaha tambang tanah uruk ilegal sepertinya tidak tersentuh, hal itu terlihat dengan operasi yang terang terangan. Ditambah adanya jaringan penadah tanah uruk.

Seperti yang dilakukan PT EWF yang melakukan pengurukan dilahan usaha perkebunannya di desa Merbau Kecamatan Mendahara yang sudah berjalan lebih kurang Seminggu, dan rencananya  membutuhkan sekitar 1000 truck tanah uruk. Mereka (PT. EWF, red) melalui Hatta memesannya.

Tidak hanya dilokasi perkebunan di Merbau tetapi sebelumnya juga telah melakukan pengurukan di lokasi lahan di Teluk Dawan kec. Muara Sabak Barat yang rencananya akan dibangun loading ram.

Melalui sambungan seluler Irfan saat dikonfirmasi membenarkan adanya pengurukan dilahan EWF dan memesan material tanah uruk tersebut kepada Hatta.

Sementara, Hatta pun membenarkan kebutuhan tanah uruk sekitar 1000 truck untuk pengurukan di PT EWF yang materialnya bekerjasama dengan penambangan tanah uruk milik mr.S.

"Benar kita membutuhkan 1000 truck untuk pengurukan di PT. EWF yang mengambil dari gol C milik mr. S", ungkapnya.

Mr. S saat dihubungi selulernya (Senin, 01, Maret) mengakui mendapat pesanan 1000 truck tanah uruk dari PT EWF yang berlokasi di desa Merbau kec. Mendahara  melalui Hatta.

Pesanan tanah uruk, Usman Teli/ceker (Tukang ukur, red) saat ditemui dilokasi penambagan kepada awak media mengiyakan kalau PT. EWF yang melakukan pemesanan tanah uruk untuk pengurukan jalan dilokasi perkebunan di desa Merbau. "Silahkan ketemu Managernya  di lokasi kebun, namanya pak Anwar", cetusnya.



BACA JUGA:
https://waktoe.com/content/mahalnya-urus-dokumen-lingkungan-jadi-biang-kerok-illegal-mining

https://waktoe.com/content/kebutuhan-tanah-urug-dan-kejahatan-lingkungan


​​​​​​Kegiatan penambangan jenis tanah uruk yang dilakukan mr.S yang berlokasi di Bukit Naga Ukir kelurahan Rano ini diduga tidak mengantongi ijin berdasar aturan yang berlaku sesuai dengan UU  No. 3 tahun 2020 tentang Perubahan atas UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

Hendri Kasat Pol PP Tanjab Timur menyampaikan adanya penambangan liar di Tanjab Timur sudah melaporkan ke Sat Pol PP Provinsi Jambi

"Kita sudah koordinasi dengan pol PP provinsi dan menyampaikan perihal ini ke provinsi", ungkapnya.

Diketahui dalam UU tersebut dijelaskan didalam pasal 36 bahwa Ijin Usaha Pertambangan dibagi dalam dua tahap, yakni Ijin Ekplorasi yang mengatur tentang penyelidikan umum, eksplorasi, dan studi kelayakan. Dan, ijin operasi produksi yang meliputi kegiatan konstruksi, penambangan, pengolahan dan/atau pemanfaatan serta pengangkutan dan penjualan.